Kisah Dua Pengelana Kembar: Pesan Abadi Manusia di Kehampaan Alam Semesta

Credit: Newscientist

Keindahan serta keagungan semesta raya telah lama memukau angan dan fikiran manusia. Diantara keindahan-keindahan langit ialah sistem keplanetan. Telah lama diketahui oleh leluhur kita tentang “Bintang-Bintang Pengelana” yang muncul di batas langit kala sang surya terbenam maupun bintang pengelana merah yang berlarian cepat di langit malam. Keindahan yang terus memukau dan menarik rasa keingintahuan manusia untuk mengintip, menerawang ke arah langit malam. Namun ternyata Bintang-Bintang Pengelana tersebut bukanlah bintang. Tidak lain bintang-bintang itu adalah sebuah dunia yang mirip dengan dunia kita, dengan bulan-bulan yang mengelilingi, sama seperti bulan kita, bahkan terkadang lebih banyak. Belum ada yang melihat langsung “Dunia Luar” tersebut secara langsung. Hingga akhirnya seorang ilmuan Italia, Galileo,  menjadi orang pertama yang mengintip “Dunia Luar” secara langsung dengan teropong buatanya. Yang akhirnya merevolusi pandangan kita terhadap alam semesta, pun juga mengantarkan kita pada ilmu semesta modern.

Teknologi manusia telah berkembang pesat seiring berjalanya waktu. Kini manusia telah berhasil mengirim mesin-mesin penjelajah ke seluruh planet di tata surnya. Bukan hanya untuk melihat secara langsung rupa dari planet-planet, namun juga mengunjungi secara langsung planet-planet. Sebut saja Venera, yang telah mengunjungi planet Venus. Viking yang telah mengnjungi planet Mars. Serta wahana lain seperti Mariner, Cassisi, Juno, dan New Horizons. Kita bukan hanya telah berhasil mngintip langit, bahkan kita telah mampu melihat langsung sistem keplanetan di tata surya. Sebuah pencapaian yang sangat luar biasa oleh umat manusia. Diantara pencapaian tersebut, tidak ada yang lebih legendaris dibanding dengan apa yang telah dicapai oleh wahana antariksa kembar Voyager. Wahana Voyager meupakan wahana terjauh yang pernah diluncurkan umat manusia. Wahana yang pertama kali mengunjungi planet-planet terluad di tata surya, satu-satunya wahana yang pernah mengunjungai Planet Uranus dan Neptunus. Namun lebih dari itu, wahana kembar Voyager menjadi pembawa pesan kehidupan kita, bahasa, kebudayaan, serta keberadaan kita di kehampaan alam semesta. Inilah kisah dua pengelana kembar legendaris Voyager.

Hingga akhir tahun 70an, planet-planet di luar sabuk asteroid belum banyak diketahui. Manusia belum mampu mengirim sebuah wahana antariksa unutk secara langsung mengamati dan mengambil gambar planet-planet di luar sabuk asteroid. Bukan hanya karena jauhnya jarak yang harus ditempuh, namuh kurangnya pengetahuan manusia tentang sabuk asteroid; kecepata gerak asteroid, jarak antar asteroid hingga tealnya sabuk asteroid belum diketahui. Adalah suatu upaya penghambuaran uang untuk mengirim suatu wahana antariksa yang hanya akan menabrak asteroid. Jarak antar planet yang sangat jauh juga tidak memungkinkan unutk mengirim suatu wahana yang dapat secara berkelanjutan mengambil data dari keempat planet terluar matahari. Mengirim satu wahana pengintai pada tiap planetnya juga tidak mungkin akibat minimnya dana. Hingga akhirnya kesempatan itu datang……

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here